Hampir tiap hari pulang larut malam. Tapi saya melihat sebelum melakukan ‘pertempuran’ mereka berdua sepertinya mengkonsumsi obat. Ada desahan suara tertahan, sementara ada pula suara cekikikan. Yang pertama Kak Intan, yang saat itu sedang kuliah asyik dengan kehidupannya sendiri bersama sang pacar satu kampus.Kak Mira (kedua) kelakuannya juga tidak terlalu berbeda dengan Kak Intan. Kamipun sebelum melakukan hubungan sering menggunakan obat-obatan terlebih dulu. Namun anehnya saya menikmati, dan membiarkan tangan itu menelusuri daerah sensitif saya.Teringat yang dilakukan pacar saya, seperti saat pacar Kak Mira melakukan hal yang sama. Dan kami anak-anaknya dipercayakan kepada pembantu. Saya kontan bangun dan mengendap-endap mencari lubang kunci. Bisa jadi karena sudah biasa.




















