Desahan nikmat terdengar dari mulut si gadis, matanya merem-melek dan nafasnya makin memburu. Syukurlah di lantai empat/ lantai terakhir gedung itu, lift membuka, semua keluar termasuk Joane dan Imron. Mudah saja bagi Imron untuk memperkosanya saat itu juga, tapi dia paling tidak suka kalau korbannya belum takluk sepenuhnya yang biasa dia intimidasi dengan skandal-skandalnya, lagipula menyerang secara frontal begitu risikonya tinggi, bisa-bisa si korban histeris atau melaporkannya. Setelah sekitar sepuluh menit menyetubuhi Joane, Pak Kahar merasa sudah mau keluar. Tubuh keduanya bergoyang kian liar, beradunya kedua jenis kelamin itu menimbulkan bunyi seperti suara tepukan bercampur suara kecipak akibat pengaruh cairan kewanitaan yang membasahi daerah itu. “Pelan-pelan Pak, saya takut !” kata Joane yang agak tegang














