Mas Ajik mengangguk-angguk mendengarkan ucapakanku. “Besok kamu ikut aku menemui Dika”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. Setelah hampir sebulan mas Ajik mencari pekerjaan, dia tak kunjung mendapatkan panggilan bekerja dan dia pun akhirnya pasrah. Aku masih bergelayut manja di dekapan tubuh nya. Malam ini dia lain sekali sentuhannya lembut. Jika menang suamiku akan memberikan oleh-oleh yang banyak kepada kami. Dika kemudian menyetel lagu-lagu lembut di kamarnya, dan mengajakku berbincang-bincang hal-hal yang ringan. Jika menang suamiku akan memberikan oleh-oleh yang banyak kepada kami. “Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran. “Rupanya dia menyukaimu, dia minta izinku agar kamu bisa menemani dia semalam saja”, ucap Mas Ajik dengan pelan dan tertahan. Selama hidup baru pertama kali



















