Padahal terlihat jelas ia sudah sangat bernafsu melumat tubuhku. Ia melanjutkan mencumbuiku, menyibakkan rambutku yang hari ini aku ikat, dan mencium belakang leherku. Aku memejamkan mata, rasanya terhina sekali mendengar pujian yang sebenarnya amat melecehkanku ini.Dan beberapa saat kemudian, ronde kedua pemerkosaan terhadap diriku dimulai. Lalu kuangkat rok seragam sekolahku, dan kupasang ikat pinggangku.“Jen.. Aku memasuki ruangan pak Edy dengan perasaan kalut.“Silakan duduk Eliza”, kata pak Edy sok ramah.Aku hanya mengangguk, malas menjawab wali kelasku yang bejat ini. Ya ampun, orang seperti ini ada di kelas sebelahku? Aku melihat Vera yang telanjang bulat, sedang bergumul dengan dua siswa laki laki yang tak aku kenal, yang masih memakai seragam sekolah, tapi sudah tak memakai celana panjang




















