“Berteriaklah agar kita semua malu!”Aku jadi ketakutan dan tak berani berteriak. Mungkin dengan cara itu aku bisa melupakan Pak Toyo dan melupakan peristiwa-peristiwa yang sangat memalukan itu.,,,,,,,,,,,,,,,,,, Pak Toyo sudah tidak kelihatan lagi, mungkin sudah kembali ke kantor. Ketika sore hari menjemput ibu, Pak Toyo mengatakan bahwa ia baru saja membeli sebuah sepeda kecil untuk adikku, Charles. Aku amat kaget dan ingin mendampratnya, tetapi kembali dengan tenang dan wajah menyeringai, Pak Toyo mengancamku “Ayo, berteriaklah agar semua tetangga datang dan tahu apa yang sudah aku lakukan terhadapmu!” ancamnya serius. Hampir dua jam Pak Toyo menjadikan tubuhku sebagai bulan-bulanan nafsu seksnya. Ayahku sendiri dari suku Ambon tetapi kelahiran Banyumas.




















