Sebenarnya sejak ketabrak juga Simbok sudah nggak ada harapan, tapi entah kenapa beliau lama sekali meninggalnya.Sekaratnya sampai seharian. Saya ngerti itu sebenarnya bahaya, tapi rasanya lebih enak anget dan lebih puas aja rasanya. Juragan berusaha ngajak bicara. Badan saya diguncangguncang, kepala saya menenggaknenggak, sepasang susu saya gondalgandul, digoyang gerakan Juragan. Saya akhirnya sendirian di Ibukota, sepeninggal Simbok. Juragan menggandeng tangan saya masuk ke satu kamar. Tapi beliau pernah meminjamkan uang kepada Simbok, dan Simbok sempat mengembalikannya. Saya juga berkalikali tidur dengan Juragan. Lah, kok berantakan gitu? Lidah saya mulai menjilat balik lidah Juragan. Habis ngapain kamu?Semua pertanyaannya saya acuhkan, saya jejalkan uang yang saya dapat ke tangannya, lalu saya langsung mabur ke kamar.




















