Khan Santi tadi usah bilang.. Terus Pak..” desahnya lirih.Tangankupun meraba pahanya yang mulus, dan sampai pada celana dalamnya. Kulihat si Jason masih ngobrol dengan Lia dan tunangannya.Ketika aku mencari Santi dengan pandanganku, dia juga sedang mencuri pandang padaku sambil tersenyum. Pak Robert jantan.. Terus Pak..” desahnya lirih.Tangankupun meraba pahanya yang mulus, dan sampai pada celana dalamnya. Kontol bapak enak banget.. Terlebih ketika kemaluanku keluar dari mulutnya, tanpa menggunakan tangannya dan hanya menggerakkan kepalanya mengikuti gerak kemaluanku, Santi mengulumnya kembali.“Hm.. Janji ya” Santi tampak gembira mendengarnya.Kamipun kembali ke ruangan resepsi. Perlu ke toilet. Dadanya walaupun tak sebesar Lia, tampak membusung menantang. God.. Bapak bisa saja.. Sering latihan?” tanyaku. Dengan tidak adanya batas waktu karena terburu-buru, tentu




















