Tapi aku cukup puas.Sekali waktu, dengan berpura mengigau, aku merangkak di atas tubuhnya. Tampak raut wajah Kak Tina berubah. Rupanya, kalau Pak Rochim bekerja dan Bu Rochim ada acara Dharma Wanita, si Otong itu selalu datang.Dan akhirnya Kak Tina pun menikah, lalu berhenti kerja. Membaca halaman itu. Ini memang mani” Kata Kak Tina. Aku coba mengusapnya, seiring dengan usapannya di pahaku. Walaupun masih terhalang oleh pakaiannya. Aku agak risih saat tangannya menyentuh kejantananku. Membasahi celanaku, juga sedikit membekas di daster Kak Tina.Paginya aku takut-takut, kalau Kak Tina tahu ada sisa sperma di dasternya. Kak Tina percaya.












