“jumlah klien kita semakin sedikit”, “makanya pemasukan ke biro juga sedikit..”“Ya sudahlah, aku bisa usahakan uang itu”…kata Om tan…Kemudian ia membuka laci mejanya dan mengeluarkan beberapa gepok uang 50ribu rupiahan. Om Roby yg sedang duduk di belakang meja kerjanya menatapku dengan tatapan mesumnya, yg seolah menelanjangi tubuhku.“silahkan duduk”, katanya mempersilahkanku untuk duduk“Ada apa cah ayu?….dia bbertanya padaku dengan nada menggoda..Sambil menunduk, akupun pun mengatakan keperluanku pada Om Roby sambil terbata-bata…“Mmmaaaff Om, anak saya sedang sakitt kerass…Keringat dinginku mulai mengucur….Terus??? Nampak Om Roby menelpon dengan HPnya, menyuruh Om Roby masuk sambil membawa ember air hangat dan lap basah. Mhhh ohhh…akhhhhh….jeritku kesakitan… Om Roby nampaknya telah hamper klimaks..




















