Tak ingin kehilangan momen, aku mengajak Mbak Mawar untuk mampir ke kafe yang berada tak jauh dari toko itu.“oya, Maaf ya Mbak…mungkin tadi aku terlalu over acting! Meski kecewa karena tidak dapat memanjakan Ibu untuk berbelanja, namun disaat bersamaan aku bahagia bisa berduaan dengan Mbak Mawar. Dengan alasan memberikan sebuah rasa baru langsung menarik paksa kancing bajunya hingga terkoyak dan membuat kancing bajunya berterbangan kesegala arah. Hatiku berdebar semakin hebat saat tanpa sengaja Mbak Fitri menabrak aku ketika sedang buru-buru menyiapkan takjil buka bersama untuk para undangan ibuku. Bagiku yang terpenting saat itu dia tidak marah atau menjawab pertanyaanku dengan penolakan. Akupun mengambil tisu dan mengusap keringat yang ada di keningnya hal itu aku lakukan




















