Lalu,“ Kamu horny ya, Van?, ” ucapnya lirih.Saat itu aku tidak menjawab, dan tangan kirinya saat itu mulai meraba tubuhku dan mengarah ke bawah, saat itu aku sudah benar-benar horny. Terkadang dia juga melepaskan kuluman untuk mengambil nafas sejenak lalu melanjutkannya lagi. Bokep Sekali lagi, aku menengok ke kiri melihat wajahnya yang bulat dengan bola mata yang berwarna coklat, dia menatapku tajam dan serius sekali,“ Emmm… Sekarang Cin ?, ” tanyaku sambil menatapnya.Saat itu dia hanya menganguk dan,“ Okey, sekarang kamu boleh cium aku, ” ucapku sembari kembali ke jalanan.Beberapa detik kemudian Cindy-pun beranjak dari tempat duduknya dan mengambil posisi untuk memberi sebuah cium di pipi kiriku. Kukabulkan permintaannya karena aku sendiri sedang bebas.Lalu aku memutuskan














