“Sana, Urus sapi”, Usirnya kepadaku. Aku terbangun, tak tahunya tanganku ada di atas
dada Kak Tina, sedang tangannya menimpa tanganku itu. Bokep Mom Bu Rochim pulang. Dengan ragu-ragu, kuletakkan pula kedua tanganku di
pahanya. Ceritanya benar-benar vulgar. Tanpa apa-apa. Dia suka membaca. Aku tertarik untuk membacanya lagi nanti. Akupun keluar kamar, menyongsong dirinya. Jadi siapa? Kubaca bagian depannya, aku memutuskan untuk tidak tertarik membacanya. Akupun makan. Berpandangan. Saat itulah kurasakan puting susu Kak Tina
mengelus punggung tanganku. Jantungku berdebar-debar. “Mimpi apa kamu, Sapto?”. Saat itu sikuku menyenggol rak sepatu. “Ya, Kak…, Guru-guru rapat”
Kak Tina keluar dari kamar. Bau tubuh Kak Tina memang aneh, agak-agak sangit. Kak
Tina tampak kepanasan.












