Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku? Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang.














