Bagaimana panasnya kecupan bibir suamiku di sekujur tubuhku. Apa yang sedang terjadi pada diriku.Kemana tenagaku? Kebingunganku telah membuat diriku kurang waspada. Aku termenung merasakan sisa-sisa akhir kenikmatan ini. Lagi apa..?” hanya itu yang keluar dari mulutku sementara tanganku sibuk membenahi pakaianku yang sudah tak karuan.Aku baru sadar ternyata seluruh kancing baju tidurku semuanya terlepas dan bagian bawahnya sudah terangkat sampai ke pinggang. Aku ingin merasakan kebebasan yang sebenar-benarnya. Nampaknya usaha sia-sia belaka melawan tenaga lelaki yang sudah kesurupan ini.“Kang inget.. Kang Hendi memang sudah kerasukan. Namun aku tak peduli. Demikian pula Kang Hendi, pantatnya mengaduk-aduk cepat sekali. Akhir-akhir ini kelihatannya semakin menderita saja” ucapnya kemudian.“Akang tahu dari mana saya menderita” sergahku dengan mata mendelik.“Eh..




















