Lama kami mengobrol di tempat itu, sampai akhirnya kami tidak sengaja berpelukan dan saling memberi kehangatan. Dan dengan penjelasan tentang keluarganya tadi aku dapat mengerti, kini Rahma semakin berani dia sudah memegang dan meraba-raba tubuhku. Dan tanpa malu lagi Rahma malah menyatakan perasaan dia yang memang dari dulu memang menyukaiku.Aku hanya terdiam, tapi ketika Rahma memelukku dengan erat dan merebahkan kepalanya di pundakku. Kami masuk kesana, dan seperti biasa kami pesan minuman dan gadis penghiburpun mendekati kami. Tapi mau gimana lagi, yang namanya cerita ABG terkadang masih labil Tapi tidak dengan Rahma, menurutku dia sangat dewasa di dalam menyikapi semua hal.


















