“Udah ah kak jangan dimainin,deny malu,” -jawabku. “Udah bagus tuh kak,udah ampir bisa” -pujikuLalu ku bantu dia dengan tanganku,untuk kembali tegak seperti sebelumnya,“Nah agar kakak bisa lbih lentur lagi punggungnya,nanti aku bantu dengan paha aku.jadi nanti kakak tiduran di pahaku sambil aku duduh di kursi”-jelasku
“Oke deh,pakai kursi itu bisa kan?*sambil nunjuk kursi belajarnya
“Bisa” kataku singkat.Setelah aku ambil kursi itu,aku mulai memposisikan diriku,duduk dikursi namun kali ini duduknya cuman diujung kursi aja,supaya menyisakan pahaku lbih panjang kedepan,kurapatkan kaki ku,lalu kubilang pada kak arliani.kalau posisi ku dah siap. Untuk membantunya melenturkan punggungnya.saat aku tekan tekan,kakaku kegelian“Jangan ditekan2 den kakak geli”-kata kakak smbil kegelian hahaha
“Emang diginiin kak biar cepet lemes punggungnya” -jelaskuSaat kutekan tekan perut atasnya yg hampir




















