Mama mulai memperkeras suaranya, kurasa Mama tidak sengaja melainkan kenikmatan ini sudah menguasai pikirannya. Bahkan Papaku itu belum pernah menjelajah sampai ke dalam rahim Mama. Suara selangkangan kami yang beradu begitu cepatnya dank eras memenuhi kamar tidurku. Bahkan dua rumah peristirahatan kamipun dijual untuk menutupi hutang-hutang.Segala hal telah dicoba, mulai dengan menawarkan discount ke rekan bisnis ataupun customer, berhutang ke bank untuk ditanam sebagai modal (yang membuat hutang semakin banyak) dan bahkan pergi ke orang pintar untuk meminta bantuan. Di satu pihak aku berharap sangat Mama akan datang, di lain pihak aku ketakutan bila Mama tidak datang hari ini.Tiba-tiba saja pintu perlahan terbuka, dan Mama masuk ke dalam kamar dengan memakai daster yang sama dan




















