“Kamu luar biasa, Tel,” bisikku sambil menggeleng-gelengkan kepala terkagum-kagum oleh kehebatannya. Bokeb Kuelus-elus kulit dadanya yang agak menyembul dari BH-nya dengan sesekali menyelipkan salah satu jariku di antara payudaranya yang kenyal.“Aghh..” desahku menikmati kuluman Siska yang makin cepat. Kupegang kepalanya mengikuti gerakan naik turun.“Siska, aku sudah nggak tahann..” kataku agak lirih menahan ejakulasi. Tangan kirinya mulai mengelus-elus badanku dan mengarah ke bawah. Aku pun menuju ke arah yang ditentukan. Aku sudah berusaha semaksimal untuk menahan ejakulasi. Kedua bibirnya sesaat kemudian merapat. Namun aku sendiri masih ragu sebab salon ini benar-benar seperti salon pada umumnya.Setelah beberapa menit menunggu, aku ditegur oleh reception bahwa aku sudah dapat potong rambut sambil menunjuk ke salah satu tempat yang kosong.

