sruuuppp.. nikmat sekali Kapten..” Tangannya tdk tinggal diam, diraihnya kedua buah dadaku, diremasnya dan tak lupa memilin-milin putingku dgn mesra.“Aaaaaaahh.. Aku hanya terdiam,“Siapa namamu, Sayang?” bisiknya mesra.“Reni..” jawabku lirih.Aku tdk berusaha berontak, karena aku ingat akan janjiku tadi. aku sdh tak kuat Reni,” gumamnya.Betapa nikmatnya cairan spermanya, sampai tak sadar aku telah menelan habis tanpa tersisa, ini membuat seolah Sang Kapten tak mampu utk tegak berdiri. Zleebbb.. Aku meminumnya sedikit demi sedikit,“Ooohh.. Ah persetan.. Aku menggelinjang, entah geli atau terangsang, yg pasti sampai usiaku 19 tahun aku belum pernah merasakan sentuhan lelaki.Bukannya tdk ada lelaki yg naksir padaku, ini karena sikapku yg tdk mau berpacaran.




















