“Sudah lama mas?” tanyanya.Belum sempat menjawab…Kudengar suara derap kuda dokar mendekat. Aku melongokkan ke dalam ruang itu. Aku mulai membiasakan diri selama beberapa menit hingga bisa duduk di bawah pancuran mata air panas. Ini sepertinya polisi atau tentara jawa kuno.“Apa salahku?” ucapku dalam bahasa sepertinya bahasa jawa kuno. tidak apa-apa Tot… nanti kamu juga boleh pegang punyaku. Pendegaranku tadi juga sayup sayup dan sekarang benar benar jelas. Panjang dan besar kontolku ini memang sudah dari sananya. Sore sudah berlalu dan keadaan cukup gelap di tempat itu. Tapi sudah lama dia masuk ke kesatuan pasukan, hanya saja otaknya agak kurang cerdas alias agak bodoh sehingga dia ditempatkan sebagai penjaga tahanan.



















