Akupun mengambil tisu dan mengusap keringat yang ada di keningnya hal itu aku lakukan untuk mengetes reaksinya, karena tujuanku sebenarnya adalah untuk mendekatkan diri sedekat mungkin untuk menciptakan debar-debar cinta di hatinya. Jawabnya gagap karena gugupAkupun menuju meja resepsionis dan membawa sendiri menu pesananku yang mana di dalamnya telah aku berikan obat perangsang. Kami berguling ke kanan dan kiri, bergantian saling menindih menggeliat penuh nikmat seakan-akan darah kami sudah mendidih. BHnya yang berukuran 35an membuatnya semakin enak dipandang, dibayangkan dan mungkin juga enak untuk dinikmati.Oya namaku Rio, umur 26tahun, tinggi 176, berat 70kg, kulit sawo matang, badan tegap atletis dan bodi yang menawan karena memang itulah modal kesuksesanku menaklukan hati isteriku.




















