Mataku terbelalak ketika aku mendengar suara langkah kaki mama menjauh. kata reni. Cantik sekali, kulitnya putih dan badannya angsing. Berusaha meraih putingnya yang mulai mengeras. Si Rendy sakit, Sam ada panggilan tugas mendadak dari kantor. Aku mengurungkan niat. Sesekali waktu aku mengajak Reni untuk berkencan. kita berteduh disana aja. Cuaca mulai berubah, awan mendung kini meredupkan cahaya diantara rimbunnya pepohonan yang kami lalui. ohh iya gapapa lagi nyantai kok nih kataku sambil menyodorkan powerbank yang aku temukan dengan susah payah. Jadi aku hanya bisa duduk termenung dan membantu pekerjaan rumah.Mama mengetuk pintu kamarku. Katanya. kak. Meninggalkan genangan air di jalan depan rumahku yang berlubang. Tak berlama-lama langsung saja kunyalakan mobilku dan bergegas pergi.












