Wok mengerling kepadaku.“Kamu suka kan ngeliat istrimu kayak gitu tadi…hehehehe”,lontar wok padaku. “Plakk…”, tamparan keras mengenai pipiku membuat perih dan mata berkunang kunang, tetapi aku juga tidak memberi jawaban.“Ndan….ada yang lewat” kata orang yang berjaga di jendela“Siapa Jon..??”, jawab si komandan“Gak tau….tetangga mungkin balik ke rumah”, balas Jon sambil terus mengintai keluar jendela.“Kamu jangan main main yha sama aku”,desis komandan sambil menempelkan pisaunya lebih ketat ke leherku, membuat darahku berdesir merasakan mata pisau yang dingin menempel di kulit leherku.“Sekarang kamu kasih tau dimana uang kamu”, kata si komandan. Baru sekitar 10 menit dia tampak bergerak, dengan lesu dan terdiam dia melepas ikatan kakinya.




















