Cairan vaginanya mulai menetes, membasahi seputar liangnya. Rambut kemaluannya yang tak lagi selebat semula, tampak basah, melekat ke kulit yang kemerahan, bekas cabutan yang brutal tadi. Kalau mau, elu kan bisa nikmatin juga,” kata lelaki di kanannya.Maudy melirik dengan panik, sebab lelaki itu menyentuh payudara kanannya dengan bagian tajam belatinya. Kok tadi nggak kelihatan ada orang,” kata Maudy sambil menengok. Ini adalah cerita fan fiction karya ctan pada 25 Maret 2011 silam. Dielus-elusnya tonjolan kecil itu dengan telunjuknya perlahan. Lelaki itu menunggu jawaban Maudy sambil meremas kedua payudaranya yang tadi belum sempat dilihatnya. Maudy tak bicara lagi, ia kini sibuk mengecek make upnya lewat sebuah kaca kecil dari dalam tasnya.


















