Bukankah aku tidak pernah menikmati rasa seperti ini dengan suamiku ? Aku mendorong badannya, dan aku menangis. Auh….e.e.e.e.e.e.e…..haaah…haa ah…haah. Aku bagaikan melayang, kedua tanganku menjambak rambut Pak Hamid. “Pak, aku kepingin lagi, seperti tadi, tapi aku minta kali ini jangan dikeluarkan di dalam”. Denyut itu menjalar dintara pangkal paha dan pantat ke seluruh tubuh. Ia menyerahkan botol air mineral kepadaku.“Maafkan aku dik Nastiti, aku khilaf, aku telah lama tidak merasakan seperti ini sehingga aku khilaf. Tangan kekar itu akhirnya membopongku dan meletakkan di atas meja kayu. Untuk mengisi kekosongan waktu, aku buka praktek sebagai dokter umum. Tapi aku hanya menemukan kekosongan.




















