Aku meneguknya. Tak ingin keindahan senyum itu hilang dari pandanganku.” Kamu ganteng…” Dengan datar & lirih dia berkata dengan masih menampakkan senyuman yang sama.” Terima kasih..” Aku menjawab. Tanpa banyak basa-basi kami berempat mulai menikmati tegukan demi tegukan diiringi lantunan musik Sound Mobil. & tetap tak mau mengomentari perkataannya. Sayup terdengar sepertinya dia sedang menangis tersedu.” Biasa Ka…, Paksa dikit ! Sudah Jam setengah 2 pagi.Aku tetap berdiri sambil membuka botol itu tanpa mengindahkan Vina yang masih tersedu & tampak kebingungan melihatku. Menong terus berusaha ikut menenangkannya. Dia berlalu menuju Dapur sambil mengerling kepadaku.” Auuuuu…………idiihh !” Terdengar teriakan Desti dari arah Dapur.




















