Tak disangka, ketika Mak pergi menengok Abah di kamar, Pak Kusrin mengatakan hal yang tidak pernah terlintas di pikiranku.“Kamu sadar, kan … Wati, Utang abah kamu besar sekali. tapi aku lebih suka rasanya. Bokep Jilbab/Hijab Gak terlalu sakit kan memek kamu?”
“Enggak Pak, tapi pelan-pelan keluar masuknya. Mereka mengancam akan menyita rumah dan lading apabila kami tidak dapat melunasi tunggakan pembayaran dalam waktu dua minggu. Dia memegang buah dadaku dengan kedua tangannya sehingga kontolnya terjepit kedua benda lembut tapi kenyal itu. Ayo … dong ….” Kataku memberi semnagat. Tentunya saya tidak mau itu dianggap amal jariah. Aku sudah tidak peduli lagi. Awalnya perlahan-lahan dan kemudian semakin cepat.“Ahhhhh Watiiiii ….




















