Setiap saya lihat Mas, pandangan Mas, dingin, seakan tidak menghargai keberadaan saya”“Ah itu perasaan Voni saja, saya tidak begitu kok, kalau tidak percaya tanya saja sama karyawan yang lain, Saya ini tipenya periang loh..” obralku. Sambil terengah-engah Voni berucap mesra.“Makasih ya Mas.. Semakin lama kupacu penetrasiku di dalam vaginanya, sementara kedua tanganku meremas payudaranya dan sesekali kuarahkan untuk memegang pantatnya yang seksi.Sepuluh menit kemudian, kembali Voni melenguh ketika mendapatkan orgasmenya yang kedua siang itu. Kebahagiaan kami berjalan seperti layaknya sebuah keluarga kecil yang bahagia, tanpa kekurangan satu hal pun.Hingga pada suatu saat, perusahaan yang bersebelahan dengan perusahaanku, mempekerjakan seorang karyawati baru di bidang administrasi.



















