Dia semakin terlena diantara degup-degup jantung dan keinginannya untuk mencapai puncak kenikmatan. “Ahh” terasa hangat dan kencang.“Kak.. “Uuuhh.. Diapun bisa tersenyum puas dan menitikkan air mata bahagia, kemudian tertidur pulas dipelukanku yang telah menjadikannya seorang perempuan.Bangun tidur, Fanny membersihkan badan di kamar mandi. Diimbanginya kuluman bibir dan remasan lembut di atas buah dadanya.Saat tanganku mulai membuka kancing baju seragamnya, tangannya mencoba menahannya. “Geli.. Vaginanya tampak kemerahan dan basah dengan puting vagina mungil di tengahnya. uhh”, birahinya memuncak bisa-bisa sampai kepalanya terasa kesemutan, dipegangnya serdaduku. Melihat Fanny menggelinjang kenikmatan, tanganku mencoba mulai menyusup di balik celana melalui pangkal paha dan mengelus-elus dengan lembut vaginanya yang basah lembut dan hangat.




















