, awal melihatmu ingin rasanya aku memelukmu !” jawabku sedikit merayu.sambil memeluk dari belakang dan mencium bekang telinga selanjutnya leher bagian belakangnya, yang tanpa penolakan bahkan terlihat Fenny begitu menikmati.Kuberanikan untuk mengelus kening selanjutnya turun ke dada dan terus meremasinya dengan halus terutama sekitar puting yang nampak kian mengeras. cepat entot aku mas sudah tidak tahan nih…..” suara lirih Fenny memintaku agar menusuk kontol ke memeknya. “ Jujur deh mas, Fenny baru kali ini merasakan bercinta yang betul-betul membuat Fenny serasa terbang kea wan” sambung Fenny. Blassss………… “ Akhhh………..” lirih Fenny sekali lagi.Entah apa karena suasana malam itu yang semakin sepi atau memang setan sudah begitu dominant menguasai otak kami berdua, langsung aja dengan posisi



















