Yang penting semua pembayaran jasaku telah ditransfer sebelum keberangkatanku ke Jakarta. “Jangan waktu kembali ke kantor” tolaknya tanpa berusaha menghentikan tanganku yang membuka resliting dan mengeluarkan penisnya. Jarum jam menunjuk ke angka 11:30, mungkin nanti baru jam 12.00 tamuku akan datang, berarti ada waktu setengah jam untuk menyegarkan diri di bathtub.Sebelum aku beranjak menuju kamar mandi, terdengar telepon berdering, segera kuangkat.“Halo, Selamat Siang, ini Lily?” Tanya suara dengan nada berat. “Dasar si tua tak tahu diri” gerutuku sepeninggal beliau.Kuhabiskan setengah harian di kamar tanpa keluar, menunggu kedatangan Pak Usman nanti sore, makan siang kupesan dari Room Service. Setelah mandi membersihkan diri, kurebahkan tubuhku di ranjang hingga tertidur.




















