Setelah benar-benar habis, kami lanjutkan dengan minum minuman keras. Telepon untukku disortir sama orang tuaku. Aku memukulnya dengan bantal sambil menggodanya. Mungkin dia kasihan melihat aku masih on berat dan tidak tega membiarkan aku sendirian di rumah. Setelah triping gila-gilaan bersama teman-teman, aku pulang bersama Rangga. Aku malu pada diriku dan pada orang tuaku. Dia pasti juga sedang menikmati koyaknya selaput daraku.Perlahan-lahan Rangga mulai menggoyangkan pinggulnya. Saat dia kehilangan keperawanannya pertama kali, dia menangis menjadi-jadi semalaman. Aku berprestasi dalam pelajaran tapi kurang menguasai bidang olah raga. Kurebut remote ac dari tangannya dan ku setel dengan temperatur paling rendah.Rangga yang sudah drop, begitu mencium bau ranjang langsung hendak merebahkan badannya yang besar itu ke tempat tidur.




















