Aku memeluk dan membelai dia.Dapat kurasakan tubuhnya yang montok dengan dada yang berisi aku memeluk dia. Tidak terlalu putih dan saya selalu bangga akan hal itu. Habis gara-gara aku Cyntia bisa ngumpat selamanya. Kumainkan lidahku dan kulihat dia mendesah kuat dan kakinya bergetar sekali. Waktu menunjukkan hampir pukul 10.00. Film sialan horor terus menjerit-jerit karena pemainnya sedang diburu monster aneh. Selalu terbayang meski di tengah kegelapan malam. Dia adalah mahasiswi di kampus adik saya kuliah. Kan ada Cyntia.. Tar aku sumpahin bulu keteknya tambah lebat.. Begitu saya datang dia yang menyapa saya dan menebar senyum.Aku segera duduk dan jongkok mencari kira-kira mungkin ada kabel yang putus atau apa.



















