Tapi aku tepis lamunanku itu karena teringat suami dan anakku dirumah. Sekitar pukul 10 malam aku terbangun dan entah kenapa aku merasa takut sendirian dikamar. Awalnya aku agak menolak karena teringan suamiku yang ada di rumah, tapi lama-lama aku menikmati cumbuannya dan membalas ciumannya. Meskipun demikian, aku selalu menjaga kepercayaan suamiku dan tidak pernah menodai perkawinan suci kami. Ya namanya juga asisten seorang bos. “Hati-hati ya Mah. “Ya lumayan lah Mas, cukup untuk 3 hari” jawabku.15 Menit kemudian kami sampai dikantorku. “Oh tidak Yul maafkan saya, saya telah lancang” jawabnya gugup. Dan akhirnya aku mengangguk tanpa sepatah katapun. Aku lantas langsung membuka semua pakaianku dan berbaring di tempat tidur.




















