“Sweety… this one is for you!” kataku sambil mulai memainkan tuts-tuts piano. Bokep Ojol Bayangkan, saat itu Bandung-Jakarta kutempuh hanya dalam waktu kurang dari 2 jam! Berbagai macam perasaan silih berganti menerpaku. “No thanks Honey. Setelah berkenalan, aku sering menelepon dia. Dia sangat sabar dan dia pula yang membuatku untuk mulai “bertobat” dari segala kenakalanku. Katanya lagi, Yo akan sangat marah dan kecewa bila laki-laki yang dicintainya ternyata sangat lemah. Yo mendesah. Tapi apa dayaku, waktu itu aku masih kecil. It’ll be a moment and not too long.”
“Okay…”
Aku berjalan menuju baby grand piano yang ada di sudut ruangan.




















