Entah apa yang sedang di buat Ena di dapur, saat itu yang terdengar hanya bunyi sendok beradu dengan gelas” Tak lama Ena muncul, “Abang mau minum teh ya?” Tanya Ena pada ku. masukin lagi ya” pinta Ena dengan penuh manja sambil menggenggam kontolku mengarahkan ke bibir vaginanya yang semakin basah. Cukup lama kami terdiam dalam posisi saling berpelukan merasakan nikmatnya detik-detik akhir dari permainan kami.Sebelum melepaskan kontolku dari vaginanya, masih dalam posisi berpelukan kami kembali Saling berciuman, perlahan dengan mesranya, hingga saat aku hendak mencabut kemaluanku dari vaginanya, ku kecup kening Ena lalu kubisikan ditelinganya “Kita istirahat yok” ajak ku sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.




















