Aku cuma bisa menghiburnya sambil menariknya ke pelukan hangatku. Aku pun tak tinggal diam meraba dada halusnya yang membusung. Tatapannya yang mengundang tanya itu membuatku menyibakkan rambutnya yang halus. Dia tampak meringis kesakitan hingga aku terpaksa menahannya dahulu karena tak sampai hati melihat wajahnya. “Ohh.., please.., sebentar tahan dikit.., oohh..”, ujarnya sambil terburu-buru pindah posisi untuk menunggangi pelirku dan memasukkannya tepat di tengah. A Sui malah juga kebasahan dan sedang mengeringkan badannya di sana”. Perlahan aku mengajaknya ke gubuk penyulingan minyak nilam tersebut. Aku cuma bisa menghiburnya sambil menariknya ke pelukan hangatku. “Mami, aku dan A Sui jalan lewat pantai aja yach? “Ya sudahlah Bang, jangan bercerita yang sedih-sedih”, katanya sambil mengibar-ngibarkan kemejaku yang tak



















