Begitu pintu dia lewati, hilang pula segala kekhawatirannya selama ini dan dalam pikirannya telah terbangun suatu perasaan mantap untuk melangkah maju meninggalkan masa kepolosandan ketidaktahuannya selama ini.Jarwo memasuki ruangan yang penuh dengan asap rokok dan suara tawa cekikikan wanita-wanita genit yang sedang duduk di pangkuan pria-pria setengah mabuk yang duduk dengan sembarangan. Akhir dari malam itu begitu berkesan dan Jarwo berjalan pulang dengan langkah gontai penuh kelegaan sambil berulang kali menarik nafas panjang menghirup aroma berjuta rasa yang tersisa pada jari tengahnya.Bersambung ke bagian 3 Akan tetapi selama ini keberaniannya selalu ciut karena merasa khawatir kalau-kalau apa yang ada di balik tembok tua itu benar-benar diluar kemampuan atau diluar dari segala yang ia bayangkan.Lama kelamaan




















