Akhirnya ciumannya kubalas juga, gelombang nafasnya mulai tidak beraturan. Tiba-tiba aliran darahku seperti melaju dengan cepat, otomatis adikku berdiri perlahan- lahan, aku jadi salah tingkah. Ooh ya Hes.., kalo si Erick macem-macem, teriak aja..!” ucap Yogi sambil langsung pergi. “Heh.., jangan nuduh dulu Hes, siapa tau dugaan Kamu salah,” kataku. “Bisa juga bercanda nih cewek, aku kasih obat perangsang baru tau..!” kataku dalam hati sambil pergi untuk mengambil beberapa minuman kaleng di dalam kulkas.Akhirnya kami mengobrol tidak menentu, sampai dia menceritakan kalau dia lagi kesal sekali sama Edi tunangannya itu, pasalnya dia itu sama sekali tidak tahu kalau Edi pergi keluar kota.

