Ibu mana?”, tanyaku berbasa-basi. Sementara kami terus berpacu. Namun entah mengapa aku justru berlari masuk ke sebuah kamar tidur. Ketika itu pula kepala penis Pak Hr yang besar itu menggesek clitoris di liang senggamaku hingga aku merintih kenikmatan. “Ibu sedang pergi dengan anak-anak ke rumah neneknya!”, sahut pak Hr ramah. Seseorang membuka pintu mobil itu, wajah yang sangat aku benci muncul dari balik pintu Mitsubishi Galant keluaran tahun terakhir itu. “Idih jahat banget!”. Hangat dan sedikit gatal menggelitik.Bagian bawah tubuhku itu terasa benar-benar banjir, basah kuyub. “Tau nih, aku mau minta ujian susulan, sudah dua kali aku minta diundur terus, kenapa ya?”.














