Karena itu dia jarang main keluar rumah tanpa ada yang mengawasi, katanya dia selalu di jaga ketat oleh mamanya. Dan aku dengan berani mengajak dia untuk pulang bareng, sampai akhirnya setelah satu bulan melakukan pendekatan akhirnya akupun berani menembaknya dan aku bersyukur karena Vania juga langsung menerimaku.Kamipun berpacaran dan aku masih ingat kata Vania padaku kalau dia tidak ingin hubungan kami hanya sampai sebatas masa SMU saja, Vania dengan jujur bilang padaku kalau pertama kali melihatku dia juga sudah ada rasa padaku. Hingga menjelang semester akhir kelas 3 ini aku tertarik pada seorang siswi yang baru saja pindah, dia memang pindahan dari kota kecil tapi aku begitu tertarik padanya karena parasnya yang ayu dan juga

