Akhirnya kusentuh lembut puting yang sudah sangat keras itu, tak tahan juga aku. “Eh, Non Tina. kata orang-orang jaman dulu, di bokong itu ada titik-titik refleksi untuk gangguan maag, ginjal dan hati,” kataku ngawur.“Aduh, malu bi ….”
“Ah, Non, kan sama-sama wanita ….”
“Iya deh, tapi Tina pinjem selimut ya bi untuk nutup bagian atas, dingin nih lama-lama …”
“Ini non selimutnya. Kali ini begitu kerasnya sampai aku sendiri melonjak.Hening sebentar. Kurasakan dadanya berdetak cepat sekali. membosankan. Tina semakin menggelinjang. Aduh, tiba-tiba pikiran ngeresku muncul. Kamu menikmati juga to ternyata.“Non, Non, maaf, Non, pijitnya sudah selesai. Kebetulan yang sangat menyenangkan ,….Ahh, saatnya beraksi dengan si kembar berikutnya!




















