Lantas menarik Anku ke kamar belakang yang jarang di gunakan. Seandainya ia mengetahui pancuran tersebut berada bersebelahan dengan kamar utama tempat peristirahatan Tante Cesty, tentu Anku tidak akan berani berbuat hal tersebut. Rebahan di atas kasur berbulu angsa yang lembut belum dapat menenangkan gemuruh hatinya, mendinginkan hawa disekitar leher dan kuping juga meredakan irama nafas yang bergemuruh. Bersamaan Tante Cesty merubah posisi tidurnya, mata indah Tante menelusuri kolam ikan yang bertepatan disamping kamar tidur di batasi tembok berjendela besar dengan jarak sekitar 5 meter, ia melihat Anku duduk di gazebo teduhnya, sedang menikmati kesegaran minuman. Hanya indera pengelihatan yang bekerja sangat sempurna untuk menterjemah tiap bentuk dari sosok di depan mukanya yang hanya berjarak 4




















