Mulanya Kiki tak merespon, aku rasa dia masih malu tp tak lama kemudian tangan Kiki mulai berani merengkuh leherku dan mulai membalas sambil mendesis.. Pas masuk ke pelataran PN, aku lihat muka dia keliatan resah banget, terus aku pegang tanganya dan aku berkata…“Kalau Kiki ngga mau, kita pergi aja” Kiki diam hanya menggelengkan kepalanya dan ber kata…
“I’m ok”
Setelah memarkirkan mobil kami langsung masuk ke kamar. Gilaakkkk… nikmat banget, aku harus bisa ngatur nafasku untuk menjaga supaya aku ngga keluar dulu.Dengan tempo yg beraturan, disertai rabaan, usapan, elusan dan ciuman-ciuman kecil dariku. Kemudian aku bawa Kiki ke tempat tidur dan aku rebahkan dia, dan mulai melucuti pakainya, Kiki sudah terlihat pasrah, mendesah dan mengerang tak karuan.




















