“Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. “Erik marah..”, pikirku. Bokep jav sub Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah. Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. Aku..melakukan kesalahan apa?”Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. “Ya Erik..aku adalah milikmu.




















