Bukan pertama kali dia disepong; cewek-cewek langganannya lebih kenal dengan rasa kemaluan Bram daripada Mirna. Ketika Mirna berkedip, tampak rona biru muda di kelopak matanya, di bawah alis yang dibentuk dan dipertegas. Kak Sitha kan lebih kenal Bram,” suara Mirna mengecil karena malu,
“…lagian aku nggak mau nyusahin orangtua kita semua.”
Baik banget ini anak, pikir Sitha. Udah dipake berapa orang kamu hari ini, lonte?”
Mirna menggigit bibir, malu karena diledek Bram. Tangannya dingin. “Mmmhhh…. “Bukan cuma sekali, tapi seterusnya juga boleh. Apa nggak konak semua mereka.”Kata-kata Bram memancing khayalan Mirna. Biasanya Mirna paling-paling hanya memakai lip gloss, namun malam itu mata Bram tidak bisa lepas dari bibir Mirna yang tampak lebih penuh dan sensual.



















