Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Bokep Hot Dug! Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Tes! Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Katanya mau kayak Rasul? Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi.“Ya sudah, kalau begitu naik














