Mbak Aufa berkulti putih kemerahan, dan warna itu makin membuatku tak karuan. Tau kamu?!”
“MMm.. Alamaakk.. Karena bosan, aku ketok pintu kamarnya. Aku berdebar, karena yakin bahwa mbak akan memarahiku akibat ketidaksengajaanku di kereta tadi.“Terus terang aja ya. Sebenernya aku males banget, karena rumah Mas Aris cukup jauh dari tempat kostku Aku di bilangan Ciledug, sedangkan Mas Aris di Bekasi. malu.. Aku tersenyum penuh kemenangan sebab aku masih mampu bertahan…Tak disangka, setelah istirahat sejenak, Mbak Aufa berdiri dan duduk di pinggir spring bed. Memeknya makin memerah dan makin becek. bergetar hebat.. gitu.. Ya…di Jakarta ini, walaupun aku merantau, ternyata aku punya banyak saudara dan karena kesibukan (alasan klise) aku tidak sempat berkomunikasi dengan mereka.


















