Ia terkekeh. Ia menekan tubuhku hingga merapat ke tubuhnya. Kegelian bercampur kenikmatan membuatku terbang ke awang-awang imajinasiku. Akhirnya, dengan rasa nyeri di ujung, batang kemaluanku melesak. Kuraih batang kemaluanku dan menariknya keluar, persis seperti yang sering kusaksikan di film-film blue. Tak ada satupun yang membuka pembicaraan. Ia seolah tak memperdulikanku, menolehkan kepalanya ke sisi yang lain. Belum.. Aku berusaha sebisa mungkin. Aku mundur selangkah, berusaha menghindarinya daripada melakukan hal yang tak pernah kusukai saat menyaksikan film-film blue atau mendengar cerita teman-temanku- bahkan membayangkan melakukannya saja selama ini membuatku ingin muntah. “Buka bajumu,” ucapnya sambil tersenyum. Akhirnya kubuka pintu mobil dan melangkah keluar. Kita impas?” Aku menoleh dan melihat ia masih dengan senyumnya menatapku. Lonjakan-lonjakan jantungku












