Kemudian aku kecup bibirnya sekali dan aku masukkan k0ntolku sampai mentok.“Kamu jahat sayang.. Aku memang sebenernya cuma mau menggoda dia.Setelah chat itu, aku gak begitu memperhatikan mbak Femi karena pekerjaan ku sangat bertumpuk waktu itu. “Nanti aja mbak” jawabku. Ciuman kemudian aku turunkan kembali ke payudaranya. Mbak Femi sudah mulai berani, dia membalas ciumanku yg berangsur liar. ” kan saya laki-laki juga, mungkin bisa bantu mbak kayak yg di website” jawabku tambah nakal.Mbak Femi menatapku dengan pandangan marah kemudian menjawab“Awas ya, nanti aku aduin ke mas Anto, nanti tau rasa kamu”Aku cuma tertawa sambil menjawab.“He..he..he.. Aku tarik jariku dan aku menindihnya dengan gaya konvensional. Tapi mbak Femi sudah tdk sabaran.




















